Langsung ke konten utama

This Should Be My Year!

Ayu Ratna Mutia
Terlahir 20 tahun lalu di Irian Jaya.
Berjalan mengarungi waktu mencari jati diri dan tujuan.
Hingga akhirnya Ayu cukup dewasa untuk mendapatkan siapa dirinya dan apa tujuannya.

Sekarang, Ayu sedang dalam perjalanan menuju impiannya.
Tidak mudah untuk mencapainya, tapi bukanlah tidak mungkin.

Semangat ya pacarku yang sudah tambah dewasa :-)
Gak ada alasan untuk kembali lagi ke masa kecil, dan gak ada lagi alasan untuk menyerah. Terus semangat gapai mimpimu :-)

Selamat ulang tahun ya sayaaang :-)
Semoga kamu mendapatkan yang terbaik buat kamu :-)
Sukses yaaa :-)
(akhirnyapacaransamatantetantelagi)
Akusayangkamubanget :-*
Ryan Ismail Soeharto. 05.20 AM

Yaaaaap!
Orang-orang masa kini, melek mata yang dicek pertama kali adalah HP. Entah itu yang cuma digunakan hanya sebagai alarm atau  penghubung antar sesama. Begitu juga gue, Ayu Ratna Mutia.
Pukul 05.20 pagi, saya menerima pesan whatsapp yang sangat panjang, siapa lagi kalau bukan si pacar :">
Oh, how I love his words!
Dan karena berbagai faktor, teman-temanlah yang jadi orang pertama yang mengucapkan, karena posisi saya pagi tadi adalah di penginapan di daerah Dusun Girimulyo, di depan kamar mandi, menunggu Maria Natalia pipis.

Oke. Pipisnya ternyata cuma sepik.

Karena sebenarnya dia sedang menggiring saya menuju kue brownies ungu  yg dibeli Anindya Saras yang beautiful-like-a-princess  lengkap dengan lilin khas anak kosan (lilin mati listrik) yang dibawa Dhika dan Luksmi huahaha :)) mereka sengaja memilih kamar mandi karna jauh dari keramaian. FYI, kenapa kita bisa berada di penginapan  itu adalah untuk menghadiri pengkaderan ketiga dari angkatan 2012. Jadi daripada berisik dan bangunin orang-orang, mereka memilih kamar mandi yang  selama 2 hari menjadi primadona wisata penginapan.
But as far as it goes, I am still cherishing this moment, I'll always will. Momen dimana orang-orang mengingat keberadaan saya, tanggal kelahiran saya, yang menandakan bahwa saya masih dikelilingi dengan orang-orang yang sayang sama saya. 
 Marnat, Anin, Ayu, Luksmi dan Dhika yang sedang mengambil fotonya :')
12.50 AM

Omong-omong soal umur, 20 tahun adalah usia yang menurut saya dimana seseorang dapat diperhitungkan, atau secara kasarnya harus mulai bisa diandalkan, harus sudah punya sesuatu yang dibanggakan. Usia 20 tahun adalah usia dimana keberadaan seseorang di dunia ini harus dipertanggungjawabkan: buat apa lo sekolah? buat apa lo kuliah? mau kerja dimana? BUKAN lagi "udah gede mau jadi apa?".

Malamnya, saya berbincang dengan si pacar sebagai tebusan gak bisa skype lagi, LDR things, you know~
Dan inilah, topik utama pembicaraan kita, usia dan kemampuan. 
Dan malam ini juga, saya menyadari bahwa ...
Some people were brought to you to make your eyes wide opened about how your life is better, than the others.
And He sent him to me, Ryan. Adalah beberapa orang atau banyak orang yang seberuntung kita, yang gak memiliki kelebihan yang kita punya. Atau sekedar materi yang lebih dari yg dititipkan ke kita.
Malamnya, pukul  09.38 PM, giliran anak kosan yang membahagiakan saya :')
Thank youuuuuuu so much, semua ini membuat saya merasa dibutuhkan, diperhitungkan, diinginkan!!


Lapis Legit cake dari anak kosan, terima kasih :-)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN NTT UNS Project

Introducing you a new community KKN NTT UNS Project             Sebuah kelompok Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret yang terdiri dari mahasiswa dari  berbagai fakultas. Kelompok ini didirikan untuk menjalankan berbagai program kerja yang bertujuan untuk membantu memecahkan berbagai masalah di Desa Kappan, Kecamatan Mollo Utara, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Dari sekian banyak program yang kami rancang, salah satunya adalah pembuatan rumah belajar. RUMAH BELAJAR PELITA BANGSA “HAIM FIM ET INDONESIA” (Kami adalah bagian dari Indonesia) Penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergolong buta aksara masih tinggi. Jumlahnya mencapai 300.000 orang dari 4,5 juta jiwa penduduk yang menyebar di wilayah provinsi kepulauan ini (Republika, 2012). Tingkat buta huruf penduduk Kabupaten Timor Tengah Selatan , Nusa Tenggara Timur, yang berumur 10 tahun ke atas  mencapai 20 % untuk perempuan dan 10 % untuk laki-l...

People Change

Tiga Maret yang lalu, gue balik Solo lagi. Tiga hari aja kok, teman seangkatan gue wisuda. Orang-orang udah bantu gue sehari-hari untuk betah di sini. I owe you much thanks for that. It went well, overall. Jalan yang gue tempuh masih sama. Bis yg nganterin gue masih sama. Kampus yang gue datengin masih sama. Kamar kosan gue masih sama. Wajah temanteman gue masih sama, of course. But the feel was not the same. Kinda sad, but it's been fun to have this. Jadi inget liriknya Blue yg One Love "It's kinda funny how life can change, can flip one eighty in a matter of days" Setelah ninggalin kota ini selama dua bulan, agak aneh untuk bilang bahwa gue "pulang". The thing is, everything has changed. Kamar kosan yg tata letaknya gue ubah jadi kaya pertama dateng, jadi agak asing. Tapi tetep, sinyal masih tingkat goa. Gedung yg waktu gue ngelab masih berupa semen, sekarang udah cakep. Gedung E Fakultas Pertanian. Kota ini jadi lebih cantik, perubahan...

When You Think You Had Your Life All Figured Out

Hey! Nulis lagi nih, hehe Some says, thinking in the shower may bring you magical ideas, or the things you should have said when you fight with other ones, or, just figuring out what you did in life. Jadi, setelah wisuda, gue kira hidup gue selesai sampai di situ. Perjuangan akademik tuntas, gue pun ngga akan belajar formal lagi. Dan saat nulis ini, gue berpikir bahwa sang "hidup" pasti lagi ngetawain gue, sambil bilang You idiot. I am just about to begin to tell you how your life should be. Miserable. Yeah. Miserable. But then, tiga hari sebelum gue menginjak umur 23, gue diperbolehkan mencicipi dunia kerja, di salah satu lingkungan pemerintahan. Links works faster these days. It was out of my expectation. Out of my reach, actually. Tapi untuk orok yg baru kelar kuliah, orang bakal bilang "yeelah, gitu aja ngeluh lu" But people, it's not the fatigue that get me out of there 4 months later, but the v alues .  Sure, gue belajar banyak dari sana...

Pembuatan VISA

Sebelum kami berangkat ke Viet Nam, setelah paspor selesai dibuat di Kantor Imigrasi Solo, kami merasa bingung untuk mengurus VISA. Banyak yang bilang bahwa VISA untuk Viet Nam dapat dilakukan secara online, sehingga kami tidak terlalu repot. Tapi di zaman ini, apapun yang dipermudah membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Worthed sih, tapi uang saku kami kan gak begitu banyak. Jumlahnya hampir dua kali lipat dari yang dibuat di KBRI huehehe jadi kami konsultasikan ke officer HUA. Mereka memberi 2 opsi, menunggu pembuatan VISA tapi kami tidak mengikuti beberapa pekan kuliah (penundaan keberangkatan), atau tetap berangkat ke Viet Nam pada tanggal yang telah ditentukan tanpa VISA lalu membuatnya disini. Kami memilih opsi kedua, karena penundaan tiket pesawat membutuhkaaaan biaya juga :’) karena untuk mengunjungi Viet Nam dari Indonesia memang tidak memerlukan VISA sampai hari ke-29. Maksudnya kunjungan ke Viet Nam dari Indonesia bebas VISA selama 29 hari. Pembuatan VISA disini cuku...