Langsung ke konten utama

Meeting my old friends

Jadi gue tadi sore habis dari kondangan temen SD gue. FYI, gue baru tinggal di Depok sejak 2005, sehingga temen-temen pertama gue adalah anak-anak benciritan yang baru mau masuk SMP.

Lucunya, dulu gue gendut, dan galak. Sampai-sampai baru setahun di SD, kelas 6 nya gue dijadiin ketua kelas. Dan gue akui, dulu gue gak tau apasih-elaah ketua kelas doang. Tapi sekarang gue paham dan seneeeng banget karena baru dikenal setahun, langsung dipercaya jadi seorang pemimpin. And I would like to thank you for this, sincerely.
Yang mau gue ceritain adalah, kenapa gue bisa berubah total saat ketemu temen-temen lama.
Nih ya, kalau baru kenalan, hal yang paling banyak orang bilang tentang gue adalah gue terlihat judes dan pendiam. Gimana engga judes? Muka gue kotak, garis pipinya macem otot, dagu gue cameuh-dagu lebih maju dari gigi atas)- dan bibir gue melengkung ke bawah. Pendiam? Sama orang baru doang kok. Serius.

Tapi aneh loh, kelas 5 SD dulu, eh enggak deh. Dari kecil, TK bahkan, gue dikenal sebagai anak yang nggak bisa diem. Kata Ibu, gue cerewet, berisik, tukang maksa, kasar, dan jabrah-suka ngerusak barang-wakakak.

Waktu SD pun, gue suka gebukin, jewerin, sampe nyubitin anak orang. Soalnya suka kesel, gara-gara gendut, gue diejek, "Gorila coklat~ Gorila coklat~"

But then,

Mungkin sejak SMP, gue jadi lebih diam, lebih malas, lebih kurus, dan lebih nggak asik. Nggak kok, bukan ngerasa dibully karena that damn Gorila Coklat.

Mungkin

Gara-gara gue mulai suka sama lawan jenis.

Iya.

Cinta monyet.

Gue jadi jaim. Diem-diem bau.

Wk.

Sampai-sampai setelah gue memiliki geng koplak, awalnya Debil, Tapi yaAllah jelek banget itu nama. Gue ganti jadi Supermates. Nggak begitu ngeh kalo mereka akan jadi teman hidup gue. Who knows?

But that's not the point.

Bertemu temen SD adalah momen di mana semua hal yang pernah terjadi, semua momen kita deket keulang dalam bentuk cerita. Di mana kita masih alim-alim bego (gue doang itumah paling), masih cerita semua masalah sama geng sepeda, dan curhat tentang kejahilan cowok-cowok di kelas dengan segala rencana kita mau bales pake air cabe rawit.

Dan gue mengakui, saat itu, sebagai anak pindahan gue bahagia langsung bisa punya temen, deket rumah, dan bisa diajak main bahkan ngobrolin hal-hal gak jelas khas anak kecil.
Jadi mau seberubah apapun, when you meet them, you'll find the older version of you. Your true colour. Your purest moment in your life.
Berlebihan sih, tapi gue bener-bener sampai inget banyak cerita tentang masa-masa SD gue yang hanya 2 tahun di Indo. 

Dari main kasti di lapangan kavling pupuk kujang. Di mana gue selalu curi-curi pandang sama si ahem yang berbaju olahraga ungu dan pake topi SD dilengkungin bagian kanopinya.

Dari pulang sekolah sepedahan, muterin kompleks yang akhirnya balik ke sekolah lagi buat jajan telor gulung sampai main ke rumah temen buat numpang minta air es.

Dari waktu pertama kali gue masuk kelas 5A, gue digodain sama si ahem. Terus besokannya ulangan biologi, dan gue dapet "nilai 2" pertama dalam hidup gue, di mana gue yang seharusnya nulis habitat menjadi abitak. Malu banget itu saama yg ngoreksi punya gue wakakak. Sampai numpang belajar di sekolah lain karena lagi direnovasi

Dari karena ngaji gue lumayan bagus buat seukuran bocah kelas 5 SD, gue dinobatkan jadi pembawa doa di upacara sekolah. Sampai senam SKJ  tiap jumat, di mana gerakan Sang Gorila Coklat dilahirkan oleh Heldi.

Dari musuhin temen deket gue sendiri karena udah mulai main sama cewek-cewek centil dari kelas B. Kena hasutan gitu aja gue yaampun maafin gue yaa :') Sampai ngedorong temen deket gue yg lain gara-gara kesel diprovoke sama cewek-cewek itu astaghfirullah T_T [Alhamdulillah kedua temen baik gue tersebut masih mau temenan sama gue sampe sekarang]

Dari surat-suratan sama si ahem. Dan cuman bisa liat-liatan waktu kelasnya pisah, dia di lantai atas dan gue di lantai bawah. And on a Valentine's Day, dia ngasih coklat bentuk burung. Lucuk! Terus karena enak gue abisin sendiri wakakakk dasar gendut.

Dari saingan ranking-ehem, iya alhamdulillah selalu masuk 10 besar-, pake sok-sokan belajar terus tiap malem sampe besoknya main dikte-diktean sama temen sebelum ulangan. Sampai nelfonin anak orang setiap pagi karena setiap mau bareng selalu telat 10 menit bhahahaha

Dari les bahasa inggris, di mana setiap pulangnya gue dititipin bakso gepeng buat sekeluarga. Sampai les organ di rumah guru seni terus pulangnya lewat rawa Beji Pladen.

Dari nyiapin soal-soal RPUL buat temen sekelas biar bisa saingan sama anak kelasnya si ahem. Gak mau kalah gueeee yaAllah beban banget kayanya temen-temen pas gue jadi ketua kelas :') Ets, tapi duit bendahara lancar gilaaa wkwk

Dan sampai akhirnya kita pisah sekolah dan punya jalan masing-masing. 
Sampai akhirnya kita nyari cara untuk ketemu lagi. 
Sampai akhirnya kita ngecap masing-masing dari kita sombong. 
Dan sampai akhirnya kita bertambah umur, dan kepengen hal-hal itu terulang lagi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN NTT UNS Project

Introducing you a new community KKN NTT UNS Project             Sebuah kelompok Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret yang terdiri dari mahasiswa dari  berbagai fakultas. Kelompok ini didirikan untuk menjalankan berbagai program kerja yang bertujuan untuk membantu memecahkan berbagai masalah di Desa Kappan, Kecamatan Mollo Utara, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Dari sekian banyak program yang kami rancang, salah satunya adalah pembuatan rumah belajar. RUMAH BELAJAR PELITA BANGSA “HAIM FIM ET INDONESIA” (Kami adalah bagian dari Indonesia) Penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergolong buta aksara masih tinggi. Jumlahnya mencapai 300.000 orang dari 4,5 juta jiwa penduduk yang menyebar di wilayah provinsi kepulauan ini (Republika, 2012). Tingkat buta huruf penduduk Kabupaten Timor Tengah Selatan , Nusa Tenggara Timur, yang berumur 10 tahun ke atas  mencapai 20 % untuk perempuan dan 10 % untuk laki-l...

People Change

Tiga Maret yang lalu, gue balik Solo lagi. Tiga hari aja kok, teman seangkatan gue wisuda. Orang-orang udah bantu gue sehari-hari untuk betah di sini. I owe you much thanks for that. It went well, overall. Jalan yang gue tempuh masih sama. Bis yg nganterin gue masih sama. Kampus yang gue datengin masih sama. Kamar kosan gue masih sama. Wajah temanteman gue masih sama, of course. But the feel was not the same. Kinda sad, but it's been fun to have this. Jadi inget liriknya Blue yg One Love "It's kinda funny how life can change, can flip one eighty in a matter of days" Setelah ninggalin kota ini selama dua bulan, agak aneh untuk bilang bahwa gue "pulang". The thing is, everything has changed. Kamar kosan yg tata letaknya gue ubah jadi kaya pertama dateng, jadi agak asing. Tapi tetep, sinyal masih tingkat goa. Gedung yg waktu gue ngelab masih berupa semen, sekarang udah cakep. Gedung E Fakultas Pertanian. Kota ini jadi lebih cantik, perubahan...

This Should Be My Year!

Ayu Ratna Mutia Terlahir 20 tahun lalu di Irian Jaya. Berjalan mengarungi waktu mencari jati diri dan tujuan. Hingga akhirnya Ayu cukup dewasa untuk mendapatkan siapa dirinya dan apa tujuannya. Sekarang, Ayu sedang dalam perjalanan menuju impiannya. Tidak mudah untuk mencapainya, tapi bukanlah tidak mungkin. Semangat ya pacarku yang sudah tambah dewasa :-) Gak ada alasan untuk kembali lagi ke masa kecil, dan gak ada lagi alasan untuk menyerah. Terus semangat gapai mimpimu :-) Selamat ulang tahun ya sayaaang :-) Semoga kamu mendapatkan yang terbaik buat kamu :-) Sukses yaaa :-) (akhirnyapacaransamatantetantelagi) Akusayangkamubanget :-* Ryan Ismail Soeharto. 05.20 AM Yaaaaap! Orang-orang masa kini, melek mata yang dicek pertama kali adalah HP. Entah itu yang cuma digunakan hanya sebagai alarm atau  penghubung antar sesama. Begitu juga gue,  Ayu Ratna Mutia. Pukul 05.20 pagi, saya menerima pesan whatsapp yang sangat panjang, siapa lagi ka...

When You Think You Had Your Life All Figured Out

Hey! Nulis lagi nih, hehe Some says, thinking in the shower may bring you magical ideas, or the things you should have said when you fight with other ones, or, just figuring out what you did in life. Jadi, setelah wisuda, gue kira hidup gue selesai sampai di situ. Perjuangan akademik tuntas, gue pun ngga akan belajar formal lagi. Dan saat nulis ini, gue berpikir bahwa sang "hidup" pasti lagi ngetawain gue, sambil bilang You idiot. I am just about to begin to tell you how your life should be. Miserable. Yeah. Miserable. But then, tiga hari sebelum gue menginjak umur 23, gue diperbolehkan mencicipi dunia kerja, di salah satu lingkungan pemerintahan. Links works faster these days. It was out of my expectation. Out of my reach, actually. Tapi untuk orok yg baru kelar kuliah, orang bakal bilang "yeelah, gitu aja ngeluh lu" But people, it's not the fatigue that get me out of there 4 months later, but the v alues .  Sure, gue belajar banyak dari sana...

Pembuatan VISA

Sebelum kami berangkat ke Viet Nam, setelah paspor selesai dibuat di Kantor Imigrasi Solo, kami merasa bingung untuk mengurus VISA. Banyak yang bilang bahwa VISA untuk Viet Nam dapat dilakukan secara online, sehingga kami tidak terlalu repot. Tapi di zaman ini, apapun yang dipermudah membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Worthed sih, tapi uang saku kami kan gak begitu banyak. Jumlahnya hampir dua kali lipat dari yang dibuat di KBRI huehehe jadi kami konsultasikan ke officer HUA. Mereka memberi 2 opsi, menunggu pembuatan VISA tapi kami tidak mengikuti beberapa pekan kuliah (penundaan keberangkatan), atau tetap berangkat ke Viet Nam pada tanggal yang telah ditentukan tanpa VISA lalu membuatnya disini. Kami memilih opsi kedua, karena penundaan tiket pesawat membutuhkaaaan biaya juga :’) karena untuk mengunjungi Viet Nam dari Indonesia memang tidak memerlukan VISA sampai hari ke-29. Maksudnya kunjungan ke Viet Nam dari Indonesia bebas VISA selama 29 hari. Pembuatan VISA disini cuku...